Sabtu, 07 Januari 2012

pasar persaingan sempurna dan monopoli

Struktur Pasar : Persaingan Sempurna dan Monopoli

Kita memulai studi kita tentang ekonomi manajerial dengan meneliti model maksimisasi nilai dari sebuah perusahaan. Model itu mengasumsikan maksimisasi nilai dengan dikenakan batasan-batasan dalam teknologi, batasan sumber daya, dan lingkungan ekonomi dan politik dimana perusahaan tersebut beroprasi sebagai tujuan utama dari manajemen. Proses maksimisasi nilai ini adalah kompleks dan melibatkan berbagai factor yang mempengaruhi keputusan-keputusan manajerial. Sejauh ini, kita telah
• Meneliti prinsip-prinsip analisis dan optimisasi ekonomi.
• Mempelajari karakteristik permintaan, termasuk masalah-masalah konseptual, estimasi dan peramalan.
• Menganalisis proses produksi termasuk analisis dan estimasi biaya.
• Mempertimbangkan pemograman linier sebagai metodologi untuk penggunaan sumber daya yang optimal dengan mempertimbangkan jumlah keluaran, mutu keluaran dan batasan-batasan sumber daya. 
Kita sekarang siap mengintegrasikan topik-topik ini untuk memperlihatkan bagaimana permintaan, produksi dan hubungan biaya berinteraksi untuk menentukan struktur pasar yang dihadapi perusahaan.
Struktur pasar dijabarkan dalam bentuk serangkaian karakteristik industri yang secara langsung mempengaruhi keputusan harga/keluaran yang dibuat oleh perusahaan. Unsur-unsur primer dari struktur pasar mencakup jumlah dan distribusi ukuran actual dari penjual dan pembeli, secara kemungkinan pendatang baru, tingkat diferensiasi produk, ketersediaan dan biaya informasi tentang harga dan mutu keluaran, dan kondisi masuk dan keluar. Karena semua unsure struktur pasar ini dapat memiliki konsekuensi penting terhadap keputusan harga/keluaran yang dibuat oleh perusahaan, sebuah studi yang hati-hati terhadap struktur pasar diperlukan sebelum keputusan manajerial yang memaksimumkan nilai dapat dibuat.
Analisis struktur pasar adalah begitu penting sehingga kami mengkhususkan dua bab penuh untuk topik ini. Dalam bab ini kita akan mempertimbangkan teori-teori persaingan sempurna (atau persaingan murni) dan monopoli. Struktur pasar ini dapat dipandang sebagai titik akhir dari sebuah garis dengan tingkat persaingan yang menurun, yang bergerak dari model-model persaingan sempurna ke persaingan monopolistis ke oligopoly ke monopoli.Model persaingan sempurna menjabarkan sektor-sektor industri dengan persaingan yang paling ketat dalam sebuah perekonomian dimana persaingan harga yang menyebar menekan laba perusahaan sampai ke tingkat sekedar mempertahankan investasi yang diperlukan


Perbandingan antara persaingan sempurna dan monopoli

Struktur pasar menjabarkan lingkungan persaingan dalam pasar untuk setiap barang atau jasa. Sebuah pasar terdiri dari semua perusahaan dan individual yang rela dan mampu membeli atau menjual satu produk tertentu. Ini mencakup perusahaan-perusahaan dan para individu yang saat ini terlibat dalam pembelian dan penjualan sebuah produk tertentu, disamping para pendatang yang potensial.
Pendatang potensial adalah seorang individu atau perusahaan yang menghadirkan ancaman yang cukup dapat dipercaya untuk dapat memasuki pasar sehingga mempengaruhi keputusan harga/keluaran dari perusahaan-perusahaan yang ada. Pendatang potensial memainkan peran yang sangat penting dibeberapa industri. Beberapa industri dengan hanya beberapa peserta yang aktif pada awalnya tampak memegang laba ekonomi yang cukup besar. Tetapi sejumlah pendatang potensial dapat memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap keputusan-keputusan harga atau keluaran dari perusahaan-perusahaan yang ada. Misalnya IBM, Apple, Digital Equipment, dan pabrikan computer terkemuka lainnya adalah para pendatang potensial ke dalam berbagai industri pabrikan komponen computer, dan menggunakan ancaman untuk memasuki pasar tersebut untuk memperoleh harga yang menguntungkan dari para pemasok. Walaupun hanya erdapat relative sedikit peserta asing dan domestic, pembuatan komponen-komponen computer merupakan industri yang sangat inovatif dan bersaing dalam harga. Karena itu ketika menetapkan ciri-ciri struktur pasar adalah penting untuk mempertimbangkan pengaruh baik para pesaing saat ini maupun para pendatang yang potensial. 
Struktur pasar umumnya dicirikan atas dasar empat karakteristik industri yang penting: Jumlah dan distribusi ukuran dari penjual dan pembeli yang aktif serta para pendatang potensial, tingkat diferensiasi produk , jumlah dan biaya informasi tentang harga dan mutu produk , serta kondisi masuk dan ke luar. Pengaruh struktur pasar diukur dalam bentuk harga yang dibayar oleh konsumen, ketersediaan dan mutu keluaran , ketenagakerjaan dan kesempatan kemajuan karir, dan laju inovasi produk diantara factor-faktor lainnya.
Perbedaan yang jelas antara model persaingan sempurna dan monopoli untuk prilaku pembeli dan penjual dapat dicatat di sepanjang setiap dimensi penting dari struktut pasar ini. Kita akan secara singkat mencirikan perbedaan-perbedaan ini dalam bagian berikutnya dan lalu mendalaminya dalam sisa bab ini.

Persaingan Sempurna

Persaingan sempurna (murni) adalah struktur pasar yang dicirikan dengan sejumlah bersar pembeli dan penjual untuk sebuah produk yang pada dasarnya sama, dimana setiap transaksi peserta pasar adalah begitu kecil sehingga tidak memiliki pengaruh terhadap harga pasar dari produk tersebut. Para pembeli dan penjual individu adalah pengambil harga (price taker). Ini berarti bahwa perusahaan-perusahaan mengambil harga pasar sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah dan merancang strategi produk mereka sesuai dengan harga tersebut. Informasi permintaan dan penawaran yang bebas dan lengkap tersedia dalam pasar yang bersaing sempurna, dan tidak terdapat hambatan masuk dan keluar yang berarti. Sebagai akibatnya, persaingan harga yang ketat terjadi, dan hanya tingkat pengembalian atas investasi yang normal yang dimungkinkan dalam jangka panjang. Laba ekonomi hanya dimungkinkan dalam periode disekuilibrium jangka pendek sebelum para pesaing memberikan tanggapan persaingan yang efektif.




MONOPOLI

Monopoli adalah struktur pasar yang dicirikan dengan penjual tunggal dari sebuah produk yang sangat didiferensiasi. Karena sebuah perusahaan monopoli adalah penyedia satu-satunya untuk sebuah komoditas yang diinginkan, perusahaan monopoli itu adalah industri itu sendiri. Produsen setiap produk harus bersaing memperebutkan pangsa pasar dari pembelian konsumen, tetapi perusahaan monopoli tidak menghadapi persaingan yang efektif untuk penjualan produknya baik dari pesaing yang ada maupun yang potensial. Ini memungkinkan perusahaan monopoli tersebut untuk menentukan harga dan keluaran secara bersamaan untuk perusahaan (dan untuk industri yang bersangkutan). Hambatan masuk atau keluar yang besar seringkali merintangi para pendatang potensial dan menawarkan kesempatan untuk memperoleh laba ekonomi, bahkan dalam jangka panjang, baik kepada perusahaan monopoli yang efisien maupun yang tidak efisien.

Faktor-Faktor Yang Menentukan Tingkat Persaingan

Dua kondisi kunci menentukan tingkat persaingan di satu pasar tertentu: jumlah dan ukuran relative pembeli dan penjual dipasar tertentu, dan sampai sejauh mana produk tersebut distandarisasi. Faktor-faktor ini pada gilirannya dipengaruhi oleh sifat produk dan system produksi, ruang lingkup pendatang potensial dan karakteristik pembeli. Hubungan-hubungan ini dijabarkan dalam bagian-bagian berikut ini.

Pengaruh Karakteristik Produk Terhadap Struktur Pasar

Tersedianya barang pengganti yang baik untuk sebuah produk akan meningkatkan derajat persaingan dalam pasar untuk produk itu. Untuk mengilustrasikan jasa kereta api diantara dua titik umumnya hanya ditawarkan oleh satu kereta api. Tetapi jasa transportasi lainnya tersedia pula dari beberapa sumber, dan kereta api bersaing dengan jalur bis, perusahaan truk, angkutan air, pesawat udara dan mobil pribadi. Kemampuan subtitusi diantara cara-cara transportasi ini untuk jasa kereta api meningkatkan persaingan dalam pasar jasa transportasi.
Adalah penting untuk disadari bahwa struktur pasar tidak bersifat statis. Di abad 1800-an dan awal 1900-an kereta api hanya menghadapi sangat sedikit persaingan. Karena itu kereta api dapat mengenakan harga yang sangat tinggi dan memperoleh laba monopoli. Karena eksploitasi ini dikeluarkan undang-undang yang memberikan kewenangan kepada public untuk mengatur tarif angkutan kereta api. Perusahaan-perusahaan lain didorong oleh laba perusahaan kereta api untuk mengembangkan system jasa transportasi yang bersaing yang pada akhir mengarah pada struktur pasar yang jauh lebih bersaing. Saat ini, hanya sedikit orang yang berargumentasi bahwa kereta api memiliki kekuatan monopoli yang berarti, dan peraturan public untuk kereta api dikurangi untuk mengakui fakta ini.
Karakteristik fisik dari sebuah produk dapat juga mempengaruhi struktur persaingan dari pasarnya. Rasio yang rendah antara biaya distribusi dengan biaya total, misalnya, cenderung meningkatkan persaingan dan memperluas wilayah geografis dimana sebuah produsen tertentu dapat bersaing. Sifat produk yang mudah rusak menghasilkan pengaruh yang berlawanan. Jadi dalam mempertimbangakan tingkat persaingan untuk sebuah produk, sifat nasional, regional dan local dari sebuah pasar harus dipertimbangkan.

Pengaruh Karakteristik Produk Terhadap Persaingan

Ketika skala efisien minimum adalah besar dalam kaitannya dengan keseluruhan keluaran industri, hanya sedikit perusahaan yang mampu memperoleh ukuran keluaran yang diperlukan untuk efisiensi yang produktif. Dalam situasi seperti itu, tekanan persaingan hanya memungkinkan beberapa perusahaan untuk bertahan dalam sebuah industri. Sebaliknya ketika skala efisien minimum adalah kecil dalam hubungannya dengan keluaran keseluruhan industri, banyak perusahaan akan mampu mencapai keluaran yang diperlukan untuk operasi yang efisien. Dengan mempertahankan semua semua lainnya tetap sama, persaingan cenderung paling ketat ketika terdapat banyak pesaing yang efisien di pasar, daripada ketika hanya terdapat sedikit pesaing. Hal ini terutama benar ketika perusahaan yang lebih kecil dari skala efisien minimum menghadapi biaya produksi yang cukup jauh lebih tinggi dan ketika konstruksi pabrik skala efisien minimum memerlukan komitmen hanya pada sumber daya yang tidak terlalu banyak atau ketika perusahaan-perusahaan yang lebih kecil tidak menghadapi kerugian dalam bidang produksi, skala ekonomi hanya memiliki sedikit pengaruh atau tidak berpengaruh terhadap potensi persaingan dari perusahaan-perusahaan baru atau pendatang.

Pengaruh Kondisi Masuk dan ke Luar Terhadap Persaingan

Mempertahankan laba yang diatas normal atau inefisiensi produksi dari sebuah perusahaan monopoli dalam jangka panjang memerlukan hambatan yang berarti terhadap masuknya perusahaan baru, mobilitas dalam industri, dan hambatan untuk ke luar dari industri. Hambatan masuk adalah setiap factor atau karakteristik industri yang menciptakan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang ada dibandingkan para pendatang baru. Hak-hak hokum seperti paten dan lisensi dapat menyajikan hambatan yang kuat terhadap para pendatang baru dalam industri farmasi, televisi kabel, penyiaran televisi dan radio dan di industri-industri lainnya. Faktor –faktor lainnya kadang-kadang menciptakan hambatan masukan, termasuk skala ekonomi yang cukup besar, ruang lingkup ekonomi, modal yang besar atau persyaratan tenaga kerja terlatihdan ikatan dengan loyalitas konsumen yang diciptakan melalui periklanan dan alat-alat lainnya.
Faktor-faktor yang menciptakan hambatan masuk kadang-kadang menghasilkan keuntungan kompensasi bagi para konsumen. Walaupun paten dapat mengarah pada laba monopoli bagi perusahaan yang menemukan, paten juga dapat mendorong pengembangan produk atau proses baru yang bernilai. Walaupun perusahaan-perusahaan terkemuka yang sangat efisien atau inovatif menyulitkan bagi perusahaan-perusahaan baru untuk memasuki pasar dan bagi perusahaan-perusahaan yang tidak memimpin untuk berkembang, mereka juga memiliki pengaruh yang menguntungkan berupa menurunkan harga industri dan meningkatkan mutu produk. Karena itu evaluasi yang lengkap terhadap pengaruh ekonomi dari hambatan masuk melibatkan pertimbangan baik terhadap biaya maupun manfaat.
Sementara hambatan masuk memiliki potensi untuk merintangi persaingan dengan mempersulit pemasukan baru atau pertumbuhan, kekuatan-kekuatan persaingan dapat juga diturunkan melalui hambatan ke luar. Hambatan ke Luar adalah setiap batasan terhadap kemampuan perusahaan-perusahaan yang ada untuk menyebarkan ulang aktiva mereka dari satu industri atau lini lainnya. Selama akhir dasawarsa 1980-an, misalnya, beberapa pemerintah Negara bagian Amerika Serikat memulai diberlakukannya ketentuan hokum yang merintangi penutupan pabrik oleh perusahaan-perusahaan besar dalam industri baja, kaca, mobil dan industri-industri lainnya. Dengan mengenakan denda atau pajak yang sangat besar atau mengharuskan pengeluaran yang cukup besar untuk pelatihan ulang pekerja, peraturan-peraturan ini menciptakan hambatan keluar yang berarti.
Dengan merintangi penyebaran ulang aktiva yang umum dalam setiap lingkungan yang bersaing ketat, hambatan ke luar dapat secara dramatis meningkatkan baik biaya maupun resiko menjalankan bisnis. Jadi, sekalipun kita jelas dapat bersimpati dengan penyesuaian yang sulit yang dihadapi baik oleh para individu maupun perushaan yang dipengaruhi oleh penutupan pabrik, tindakan pemerintah yang menciptakan hambatan ke luar dapat memiliki pengaruh yang tidak diinginkan berupa rintangan terhadap pengembangan industri dan persaingan pasar.

Pengaruh Pembeli terhadap Persaingan

Tingkap persaingan dalam sebuah pasar dipengaruhi oleh para pembeli di samping para penjual. Jika hanya terdapat sedikit pembeli, akan terdapat lebih sedikit persaingan daripada jika terdapat banyak pembeli. Monopsoni, sebuah pasar dengan hanya ada satu pembeli, terjadi ketika satu perusahaan mendominasi pasar tenaga kerja local, ketika sebuah pabrik makanan atau daging mendominasi pasar pertanian local dalam pengadaan kontrak pertahanan dengan pemerintah dan dalam pasar perantara untuk beberapa barang konsumen yang tahan lama, seperti alat rumah tangga yang dijual melalui jaringan eceran yang besar.
Monopsoni lebih umum dalam pasar factor masukan daripada dalam pasar untuk permintaan akhir. Dalam bentuk efisiensi ekonomi, monopsoni sama sekali tidak berbahaya dan kadang-kadang bahkan dapat menguntungkan, dalam pasar dimana pembeli monopsoni menghadapi sebuah monopoli atau hanya beberapa penjual. Misalnya mempertimbangkan kasus kota dimana satu-satunya tempat kerja untuk para tenaga kerja tidak terlatih. Pabrik tersebut merupakan sebuah monopsoni karena ia adalah satu-satunya pembeli tenaga kerja dan ia dapat menggunakan kekuasaannya untuk menurunkan tariff upah sampai dibawah tingkat persaingan. Tetapi jika para pekerja mengorganisasikan sebuah serikat kerja untuk melakukan penawaran bersama dengan majikan mereka, penjual tenaga kerja yang monopoli akan tercipta dan dapat mengimbangi kekuasaan monopsoni majikan tersebut dan meningkatkan tariff upah kea rah ketentuan pasar yang bersaing. Monopsoni tidak hanya dapat diterima dalam situasi seperti ini, tetapi kadang-kadang didorong oleh kebijakan publik.
Persaingan Murni

Karakteristik pasar yang dijabarkan dalam bagian sebelumnya sangat menentukan tingakat persaingan di pasar untuk setiap barang atau jasa. Dalam bagian ini kami akan membahas persaingan murni secara lebih rinci ; struktur pasar monopoli dibahas dalam bagian berikutnya.
Persaingan murni terjadi ketika para produsen individual di pasar tidak memiliki pengaruh atas harga; mereka adalah para pengambil harga sebagaimana diperbandingkan dengan penentu harga. Tidak adanya pengaruh terhadap harga ini memerlukan kondisi berikut ini :
• Sejumlah besar pembeli dan penjual. Setiap perusahaan dalam industri memproduksi sebagian kecil dari keluaran industri dan setiap pelanggan hanya membeli sebagian kecil dari produk total.
• Homogenitas produk. Keluaran setiap perusahaan dipandang oleh para pelanggan sebagai prudk yang pada dasarnya sama dengan keluaran setiap perusahaan lainnya dalam industri tersebut.
• Kebebasan masuk dan ke luar. Perusahaan-perusahaan tidak dibatasi untuk memasuki atau meninggalkan industri.
• Penyebaran informasi sempurna. Informasi tentang biaya, harga dan mutu produk diketahui oleh semua pembeli dan semua penjual di pasar.

Keempat kondisi dasar ini, yang diperlukan untuk keberadaan sebuah struktur pasar yang bersaing murni merupakan persayaratan yang terlalu membatasi untuk benar-benar terdapat dalam pasar-pasar actual. Walaupun pasar surat berharga dan barang-barang komoditas mendekati pasar ideal yang bersaing sempurna, ketidaksempurnaan pun terdapat dipasar-pasar ini. Misalnya akuisisi sebagian besar surat berharga sebuah perusahaan oleh “para pemburu” perusahaan jelas mempengaruhi harga pasar dari saham dan obligasi perusahaan tersebut, setidaknya dalam jangka pendek. Walaupun demikian beberapa perusahaan harus mengambil keputusan-keputusan harga tanpa pengendalian apapun terhadap harga dan penelitian terhadap struktur pasar yang bersaing sempurna memberikan gagasan tentang keputusan-keputusan penetapan harga ini. Yang lebih penting lagi, pemahaman yang jelas tentang persaingan murni memberikan titik rujukan untuk menganalisis struktur pasar yang lebih umum ditemui berupa persaingan monopolistis dan oligopoli.

Penentuan Harga Pasar

Harga untuk sebuah industri yang bersaing ditentukan oleh penawaran dan permintaan agregat; perusahaan-perusahaan individual tidak memiliki pengendalian terhadap biaya. Kurva permintaan industri total untuk produk mencerminkan gabungan jumlah yang akan dibeli oleh para pembeli individual setiap harga; kurva penawaran industri mencerminkan gabungan jumlah yang rela ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan individual diberbagai harga. Titik potong dari kurva penawaran dan penawaran industri tersebut menentukan harga pasar.
Data dalam table 11.1 mengilustrasikan proses untuk membentuk kurva penawaran industri. Pertama-tama misalkan bahwa masing-masing dari kelima perusahaan dalam industri ini rela menawarkan jumlah produk yang beragam di berbagai harga. Menjumlahkan penawaran individual dari kelima perusahaan ini di setiap harga menentukan penawaran gabungan mereka, sebagaimana diperlihatkan dalam kolom Sebagian Penawaran Pasar. Misalnya pada harga $2, jumlah keluaran yang ditawarkan oleh kelima perusahaan itu adalah 15, 0, 5, 25 dan 45 unit, secara berurutan yang mengakibatkan penawaran gabungan sebesar 90 unit pada harga itu. Dengan harga produk sebesar $8, jumlah yang ditawarkan menjadi 45, 115, 40, 55, dan 75 sehingga membentuk penawaran total oleh kelima perusahaan tersebut sebesar 330 unit.
Sekarang asumsikan bahwa kelima perusahaan tersebut, walaupun mewakili perusahaan-perusahaan dalam industri itu, hanya memegang sebagian kecil dari keluaran total industri tersebut. Secara spesifik asumsikan bahwa pada kenyataannya terdapat 5000 perusahaan dalam industri tersebut yang masing-masing memiliki daftar penawaran individual yang identik dengan salah satu dari kelima perusahaan yang diilustrasikan dalam tabel ini. Yaitu terdapat 1000 perusahaan yang tepat sama dengan setiap perusahaan yang diilustrasikan dalam tabel 11.1 sehingga penawaran pasar – jumlah total yang ditawarkan disetiap harga--akan 1000 kali angka yang diperlihatkan dalam kolom Sebagian Penawaran Pasar. Daftar penawaran ini diilustrasikan dalam gambar 11.1 dan menambahkan kurva permintaan pasar kedalam kurva penawaran industri ini., seperti di gambar 11.2 memungkinkan kita untuk menentukan harga pasar ekuilibrium.
Harga pasar ditentukan dengan pertama-tama menyamakan penawaran dan permintaan pasar untuk menemukan tingkat kegiatan ekuilibrium lalu mensubtitusikan jumlah itu baik ke dalam kurva permintaan maupun ke dalam kurva penawaran untuk menemukan harga pembersihan dipasar. Dengan menggunakan kurva-kurva dalam gambar 11.2 kita menemukan

Permintaan = Penawaran
$40-$0,0001Q = -$0,254 + $0,000025Q
$0,000125Q = $40,254
Q = 322.032
P = $40 - $0,0001(322.32)
= $40 - $32,20
= $7,80

Walaupun jelaslah dari gambar 11.2 bahwa baik jumlah yang diminta maupun jumlah yang ditawarkan bergantung pada harga, sebuah contoh sederhana dapat memperlihatkan ketidakmampuan sebuah perusahaan individual untuk mempengaruhi harga. Fungsi permintaan total dalam gambar 11.2 yang mewakili penggabungan jumlah yang diminta oleh para pembeli individual di setiap harga dapat dijabarkan dengan persamaan:

Jumlah yang Diminta = Q = 400.000 – 10.000P, 

Atau untuk mencari harga :
$10.000P = $400.000 – Q
P = $40 - $0,0001Q

Menurut persamaan 11.1a perubahan 100 unit dalam keluaran hanya akan menyebabkan perubahan sebesar $0,0001 dalam harga atau alternative lain kenaikan (penurunan) harga sebesar $0,0001 akan mengarah pada penurunan (kenaikan) satu unit dalam permintaan pasar total.
Kurva permintaan yang diperlihatkan dalam gambar 11.2 digambar ulang untuk satu perusahaan individual dalam gambar 11.3 . Kemiringan kurva ini adalah -0,0001 yang sama seperti dalam gambar 11.2. Hanya saja skala-nya diubah. Titik Potong $7,80 adalah harga pasar yang berlaku sebagaimana ditentukan oleh titik potong antara kurva penawaran danpermintaan pasar dalam gambar 11.2


sumber :
http://tukangblog.blogspot.com/2011/04/struktur-pasar-persaingan-sempurna-dan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar